Alhamdulillah, abis ngedumel ga jelas, ambil wudhu’, buka mushaf, ayat nya ngena banget.

"Maka sabarlah engkau atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan diujung siang hari, agar engkau merasa tenang.

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.”

(QS:20, 130-131)

 

Saat kau terlelap tidur semalam, boleh jadi pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untuk mu.

(Doa itu datang) dari orang faqir yg pernah kau tolong, dari orang lapar yang pernah kau beri makan, dari orang sedih yang pernah kau bahagiakan, dari orang yang berpapasan denganmu yang kau beri senyuman, atau dari orang yang dihimpit kesulitan yang pernah engkau lapangkan, atau dari sahabat mu walau berjauhan.
Maka jangan pernah meremehkan
kebajikan (walau itu terlihat kecil) untuk selamanya.

Ibnu al-Qayyimal-Jauziah

Last two nights ago, when I was waiting my dinner, a homeless guy shouted at me, “you look rich”, because I kinda ignored him (sorry) and I wore suit. Suddenly, I felt an urge to reply, “well, mister, I am homeless too like you, I’m just lucky”.

Yes, I am lucky my parents pray for me like a lot, everything happened to me is nothing but my parents’ prayer.

But I decided to keep quiet instead.

Alhamdulillah.